Salam Manusia Merdeka! Sobat semuanya...Perkenalkan, nama saya Gama Harta Nugraha Nur Rahayu. Teman-teman biasa memanggil saya Gama. Saya punya minat belajar teosofi atau hikmah/kebijaksanaan. Saya ingin berbagi dengan siapapun dalam hal pengetahuan dan pengalaman seputar kehidupan, tentang perjalanan menjadi "manusia". Saya berpendapat bahwa betapa sulitnya menjadi "manusia", tatkala kita benar-benar menghayati makna manusia itu sendiri. Saya sekarang sedang tertarik menerjemahkan beberapa karya Jalaluddin Rumi, seorang penyair mistik dari Turki. Sobat semua bisa melihat hasilnya di blog saya ini sekaligus memberikan masukan untuk koreksi selanjutnya. Saya menyadari betul keamatiran saya dalam kemampuan menerjemahkan karya berbahasa Inggris, lebih-lebih yang termasuk kategori sastra seperti itu....

<< October 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31

Menjadi manusia... Itulah judul blog saya ini. Mudah-mudahan kata-kata ini tidak menjadi slogan semata. Semoga menjadi komitmen saya secara pribadi dan menjadi renungan dari sobat semua. Saya berpendapat bahwa manusia sejati adalah manusia yang telah mengenal dirinya. Mengenal diri adalah pengetahuan akan diri yang komprehensif. Pengenalan tentang siapa sang diri, tujuan keberadaan sang diri, dan bagaimana seharusnya sang diri dalam proses kehidupan ini. Pengenalan ini dapat terealisasi dengan baik manakala seorang manusia berada dalam kemerdekaan. Esensi kemerdekaan di sini adalah kemerdekaan jiwa. Yaitu kemerdekaan untuk berpikir dan bersikap. Sedangkan kemerdekaan bertindak adalah di luar esensi ini karena menyangkut relasi dengan pihak lain. Ketika terjadi relasi maka terjadi hukum. Sehingga jelas kemerdekaan dihadapkan pada keterikatan. Persoalan ini perlu kita bicarakan di kesempatan lain. Saya mengundang sobat semua untuk saling berbagi dalam tema besar "menjadi manusia" dalam blog saya ini. Blog ini terbuka bagi siapapun yang termasuk kategori manusia dan tertarik "menjadi manusia". Maafkan saya jika terlalu berlebihan. Selamat menyimak...


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed

Wednesday, October 11, 2006
Sekuel II Kumpulan Puisi "From Wheat to Bread"

AGE AND EXPERIENCE

I was talking to the bread
Had a message to spread.
The bred quietly in my head
Of age and experience said:
"Experience cares not for age
The young bread turns many a page
While old wheat inside silos stays;
In his life the price he pays
Inexperience and stagnation
While the bread passes many a station.
And the price the bread pays
Though hardship in many ways,
Young bread much more than old wheat
Experiences. Wheat spends years in his seat,
Year after year the same repeat
The silos the wheat defeat;
The young bread turns many a page
Experience cares not for age."
  

      - JALALUDDIN RUMI, on "From Wheat to Bread".

UMUR DAN PENGALAMAN

 

Aku berbicara dengan Roti,

Yang memiliki pesan untuk disebarluaskan.

Yang terpelihara dengan tenang dalam pikiranku

Tentang umur dan pengalaman dikatakan:

"Pengalaman tidak pandang umur

Roti muda membuka banyak lembaran baru

Sementara Gandum tua tinggal di dalam lumbung;

Harga yang dibayarkan dalam hidupnya

Kurangnya pengalaman dan kemandegan

Sementara Roti melintasi banyak stasiun

Dan harga yang Roti bayarkan

Meski menempuh berbagai derita,

Roti muda jauh lebih dibanding Gandum tua: Pengalaman.

Gandum menghabiskan tahun-tahunnya di lumbungnya,

Tahun demi tahun hal yang sama terulang

Lumbung yang Gandum taklukkan;

Roti muda banyak makan asam garam

Pengalaman tidak pandang umur."


Posted at 05:37 pm by gamahnnr

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry