THE TREASURE
A father who
was turned grey and old
On his death bed to his three sons told
Of when his father gave him his farm
He did not see its grace nor its charm;
"I intended to have the farm sold
Since I was unaware of its hidden gold
From the time of my great grandfather
A treasure, unlike any other
Has been buried deep in this farm
To insure our family against harm.
I neither had help, nor the zeal
To make myself wealth of such great deal.
But if this notion for you has appeal
The three of you this treasure can reveal.
I know not where this treasure lies
In your pursuit be thorough and wise,
Dig up the farm and find this prize
Do not be fooled by its disguise."
The father had no more to say
And quietly slipped away.
The three sons
wanted to taste that fruit
And mobilized to go in pursuit
They dug up the field with joy and pleasure
Searching for their ancestral treasure.
Every corner they dug at least three feet deep
But the treasure they did not reap.
Despondent, disheartened, in defeat,
In that field planted grains of wheat.
The seasons turned the field green then gold
Till harvest time they had the wheat sold
This time, because of the well plowed field
Each seed had brought forth a plentiful yield.
Their father's last words, "find this prize
Do not be fooled by its disguise. "
Their gold was disguised as the golden wheat
Which their storehouse with plenty replete.
Despite the
common notion of treasure
Inner treasure is beyond measure
A treasure may take many a form
Least of which, ship wreck in a storm;
Digging for gold with much toil
Yields golden wheat, the well plowed soil.
- JALALUDDIN RUMI, on "From Wheat to Bread".
HARTA KARUN
Seorang ayah yang telah berubah menjadi
suram dan tua
Di atas tempat tidur kematiannya
berkisah kepada tiga putranya
Tentang saat ayahnya mewariskan tanah
pertaniannya
Ia tidak melihat rahmat maupun pesona
dari tanah pertanian itu;
"Aku telah berniat menjual tanah
pertanian itu
Disebabkan ketidaksadaranku akan emasnya
yang tersembunyi
Sejak masa kakek buyutku
Harta karun, tidak seperti yang lainnya
Telah dipendam di tanah pertanian ini
Untuk mengasuransikan keluarga kita
dari bahaya.
Aku tak punya baik bala bantuan, maupun
gairah
Untuk menjadikan diriku kaya dengan hal
besar demikan.
Tetapi jika dugaan ini menimbulkan daya
tarik pada kalian bertiga
Harta karun ini dapat terungkap.
Aku tak tahu di mana harta karun ini
terletak
Dalam pencarian jadilah kalian seksama
dan bijaksana,
Gali tanah pertanian itu dan temukan harta
karun ini
Jangan dikelabui oleh samarannya."
Sang bapak tak punya yang lain untuk dikatakan
Dan dengan tenang menghembuskan
nafasnya.
Ketiga putra tersebut ingin mencicipi
buah itu
Dan mengerahkan persiapan untuk melakukan
pencarian
Mereka menggali area pertanian itu dengan
kegembiraan dan kesenangan
Mencari-cari harta karun nenek moyang
mereka.
Di setiap sudut mereka menggali sedalam
paling tidak tiga kaki
Tetapi harta karun tidak mereka tuai.
Putus asa, ciut semangat, gagal,
Di area pertanian itu mereka tanam butiran
gandum.
Musim-musim mengubah area yang menghijau
itu hingga menguning keemasan
Hingga saat panen tiba mereka menjual gandum
itu
Kali ini, karena area pertanian dibajak
dengan baik
Masing-masing benih membawa hasil yang
berlimpah.
Kalimat terakhir ayah mereka, "Temukan
harta karun ini
Jangan dikelabui oleh samarannya."
Emas mereka telah disamarkan sebagai
gandum yang menguning keemasan
Yang telah memenuhi gudang mereka.
Alih-alih sangkaan awam tentang harta karun
Hakikat harta karun adalah di luar
dugaan
Harta karun bisa mengambil banyak bentuk
Paling tidak, reruntuhan kapal karena badai;
Penggalian emas sekuat tenaga
Menghasilkan gandum yang menguning keemasan, tanah yang dibajak dengan baik.