Salam Manusia Merdeka! Sobat semuanya...Perkenalkan, nama saya Gama Harta Nugraha Nur Rahayu. Teman-teman biasa memanggil saya Gama. Saya punya minat belajar teosofi atau hikmah/kebijaksanaan. Saya ingin berbagi dengan siapapun dalam hal pengetahuan dan pengalaman seputar kehidupan, tentang perjalanan menjadi "manusia". Saya berpendapat bahwa betapa sulitnya menjadi "manusia", tatkala kita benar-benar menghayati makna manusia itu sendiri. Saya sekarang sedang tertarik menerjemahkan beberapa karya Jalaluddin Rumi, seorang penyair mistik dari Turki. Sobat semua bisa melihat hasilnya di blog saya ini sekaligus memberikan masukan untuk koreksi selanjutnya. Saya menyadari betul keamatiran saya dalam kemampuan menerjemahkan karya berbahasa Inggris, lebih-lebih yang termasuk kategori sastra seperti itu....

<< August 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31

Menjadi manusia... Itulah judul blog saya ini. Mudah-mudahan kata-kata ini tidak menjadi slogan semata. Semoga menjadi komitmen saya secara pribadi dan menjadi renungan dari sobat semua. Saya berpendapat bahwa manusia sejati adalah manusia yang telah mengenal dirinya. Mengenal diri adalah pengetahuan akan diri yang komprehensif. Pengenalan tentang siapa sang diri, tujuan keberadaan sang diri, dan bagaimana seharusnya sang diri dalam proses kehidupan ini. Pengenalan ini dapat terealisasi dengan baik manakala seorang manusia berada dalam kemerdekaan. Esensi kemerdekaan di sini adalah kemerdekaan jiwa. Yaitu kemerdekaan untuk berpikir dan bersikap. Sedangkan kemerdekaan bertindak adalah di luar esensi ini karena menyangkut relasi dengan pihak lain. Ketika terjadi relasi maka terjadi hukum. Sehingga jelas kemerdekaan dihadapkan pada keterikatan. Persoalan ini perlu kita bicarakan di kesempatan lain. Saya mengundang sobat semua untuk saling berbagi dalam tema besar "menjadi manusia" dalam blog saya ini. Blog ini terbuka bagi siapapun yang termasuk kategori manusia dan tertarik "menjadi manusia". Maafkan saya jika terlalu berlebihan. Selamat menyimak...


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed

Thursday, August 30, 2007
Refleksi Menjadi Budak Kapitalis

Sejumput Rumput Depan Mulut

 
Hari-hari silih berganti dalam kehidupan seekor keledai

Tubuh terikat di penggilingan padi

Dibebani balok kayu pemutar penggilingan

Dipaksa melihat hanya ke depan

Sekali bergerak, penggilingan berputar

Mengubah padi menjadi beras

 
Duhai alangkah kasihan dia!

Apakah yang diharapkan dari kerjanya?

Sejumput rumput muda yang diikat di depan mulutnya

Selangkah digapai, selangkah bercerai

Upah atas kerjakerasnya

Hanya sejumput rumput tua dan seember air sumur keruh

 
Keledai dungu mengejar rumput muda impian

Memeras hasrat, mengucurkan keringat

Menganugerahi Tukang giling berkarung-karung beras

Dipuaskan dengan upahnya

Dibuat penasaran dengan rumput muda impian

 

Bandung, 16 Oktober 2006

Oleh: Keledai Sakit


Posted at 10:38 pm by gamahnnr

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry