Entry: Refleksi Sufisme Praktis Thursday, August 30, 2007



Persaudaraan Sufistik


Pentingnya persaudaraan sufistik. Dimulai dengan membina hubungan persaudaraan antara tarekat-tarekat sufi yang ada di Indonesia. Gagasan yang dibangun adalah bahwa Sufisme adalah satu genre dalam cara memahami dan mengamalkan Islam yang berakar pada tradisi kenabian. Semangat yang diusung sufisme adalah persaudaraan Islam, Islam yang tidak dikacaukan dengan dikotomi besar Sunni dan Syi'ah. Islam yang berakar pada tradisi kenabian, yaitu teori dan praktek dalam dua dimensi, material (dunia) dan spiritual (akhirat).

Jumlah tarekat-tarekat sufi dan pengikutnya di Indonesia cukup banyak, dan mereka hidup dalam masyarakat secara kultural (tradisional). Beberapa nama tarekat yang saya kenal di Indonesia, khususnya di Tatar Sunda, misalnya: Al-Qadiriyyah, Naqsyabandiyyah, Idrisiyyah (sebelumnya dikenal dengan Wara'iyyah), 'Alawiyyah dsb. Beberapa alasan pentingnya eksistensi persaudaraan sufistik ini diantaranya:

Pertama, krisis moralitas dan spiritualitas yang terjadi di masyarakat. Keterpurukan moralitas dan spiritualitas selalu berhubungan. Keduanyalah yang melahirkan kejahatan, baik dalam skala individu maupun dalam skala sosial. Ini berakar pada jiwa yang tidak terbina dengan baik. Islam yang sesungguhnya berakar pada moralitas dan spiritualitas menjadi panacea.

Kedua, krisis politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan di masyarakat. Krisis adalah efek yang dilahirkan oleh krisis yang pertama.

Ketiga, evolusi perjalanan kesempurnaan manusia menuju Tuhannya. Ini adalah tujuan seluruh usaha amal islami, mengantarkan manusia kepada kesempurnaannya.

Dari sisi material, baik manusia kaya maupun manusia miskin sering sama-sama tersiksa. Manusia kaya tersiksa karena kelebihannya, sedangkan manusia miskin tersiksa karena kekurangannya. Hal ini disebabkan ketersiksaan secara spiritual. Bagaimana bisa? Ya, karena ketersiksaan dan keterbebasan dirasakan secara spiritual. Jiwa yang dipuaskan oleh menikmati materi akan tersiksa, begitupun jiwa yang didorong untuk meraih materi sekeras-kerasnya akan tersiksa.


Bandung, 24 Agustus 2006

 

   2 comments

Gama HNNR
February 18, 2008   06:06 PM PST
 
Wass.Wr.Wb.
Ahlan wa Sahlan Saudaraku..
Makasih untuk komentarnya...
Komentar yang sangat bagus sekali..
Barakallahu...
Insya Allah di lain waktu saya akan perbaiki lagi tulisan saya, seiring dengan perkembangan pembelajaran yang saya alami...
Do'akan saya ya...
Mudah2an di kesempatan lain kita bisa berkomunikasi lagi....
Wassalam. :)
achmad
February 10, 2008   06:09 PM PST
 
Salam alaykum............

Maha suci ALLAH yang telah memberikan kita AL QURAN dengan tulisan ARAB serta menjaga kerahasiaannya, sehingga orang orang yang berkeinginan dan dikehendakiNya yang mendapat "rahmat" darinya...........

Apakah kita masih termasuk orang orang yang merasa sudah tinggi ilmunya ? Sudah merasa lebih tua dan berengalaman dari yang lain ? Merasa yang paling benar ? Merasa apa yang kamu dapatkan sekarang adalah buah dari hasil usaha dan jerih payahmu selama ini ? merasa paling benar ibadahnya ?

Mudah mudahan kita tidak termasuk dalam golongan yang satupun dari yang di atas.........

Makrifatullah adalah kunci dari segala ilmu
Dalam menempuhnya kita harus datang dengan "tangan terbuka" dan harus bisa memenggal kepala "ego" kita, karena sesungguhnya pengetahuan itu bukanlah diraih... tetapi adalah diberikan.....

Masuklah kamu ke dalam islam secara keseluruhan........ Dalamilah islam sampai ke "inti"nya jangan hanya kulitnya saja, agar kita tidak terjebak kepada hal-hal yang tidak perlu dibahas....

"Ikutilah" Rasulullah sebagai uswatun hasanah... tetapi bukan menirunya, sebab barang tiruan berarti adalah barang palsu.... Ikuti dan terapkanlah Sunnahnya dan dapatkan hakikat dari sunnah tersebut...

Bacalah al quran, kalau tidak bisa arabnya tidak mengapa.... Baca saja terjemahannya bukan tafsirnya.... Kalau tidak mengerti janganlah cepat menyerah, semoga kita mendapat rahmat dariNya, karena Al quran adalah petunjuk yang HAQ.....

Salah satu isi al quran adalah berisi tenteng pengalaman ruhani manusia dalam menuju TUHANnya.... Yangmana kita harus mengalaminya terlebih dahulu baru kita bisa memahami maksudnya.... Jangan ada rasa cemburu terhadap yang sudah mengalaminya karena apabila telah menjadi hak kita dan telah sampai waktunya kepada kita niscaya tidak ada suatu apapun yang dapat menghalanginya.......

"Jalan yang lurus" adalah jalan yang paling singkat dan pasti, tidak ada kemungkinan kita untuk tersesat darinya.... Yaitu jalannya para nabi, shalihin, shiddiqin, dan para syuhada.........

Alangkah indahnya kita mengabdi dan beribadah kalau kita tahu kepada siapa kita beribadah dan mengabdi..... Subhanallah.........

Minal aidin wal faidzin....
Semoga kita termasuk orang orang yang kembali dan memeperoleh kemenangan..... (Amin ya ALLAH)

Bismillahi tawakkaltu alallah....
Bismillahi majriha wa mursaha.........

Salam alaykum

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments