|
WHEAT SPROUT A grain of wheat was buried in soil To be truly alive, we must first die KECAMBAH GANDUM Sebutir gandum terkubur dalam tanah Bahkan dalam ‘kematian’, seumur hidup dia rela bekerja keras, Akhirnya oleh air dahaganya terpuaskan Ditumbuhkannya akar-akar untuk menembus tanah Kemudian sebuah batang tumbuh tegak Jalan keluarnya dari tanah, yang bagaimanapun juga telah ia ketahui; Hingga akhirnya si batang muncul keluar dari tanah Dan dengan riang gembira mendapati cahaya di sekelilingnya; Dan dalam cahaya dia tumbuh meninggi Terus menerus hingga tiba musim gugur Tatkala ‘mengandung’ (butir-butir gandum) di atas ‘sandaran’nya Beri kelahiran dan kehidupan pada banyak butir gandum. Hingga dari hasil panen petani tahun depan, butir gandum baru dikubur di dalam tanah. Untuk dapat hidup sejati, kita harus ‘mati’ terlebih dahulu Terkubur dalam ‘tanah’ kita, mudah mempercayai dusta kita Hingga dahaga spiritual kita dipuaskan ‘api’ ‘Pewujudan diri’ hasrat utama kita; Secara naluriah, kita menumbuhkan dan menhunjamkan ‘akar’ kita Menapaktilasi jejak kita, mengejar Cahaya Ilahi Secara alamiah ‘wujud diri’ kita tumbuh, muncul keluar dari tanah Kemudian secara konstan melingkar di dalam kebijaksanaan. Dan di dalam cahaya serta cinta tumbuh dan berkembang Hingga waktunya secara naluriah tahu dan terilhami, ‘Mengandung’ kelebihbaikan hidup dengan penuh derita, dengan penuh keibaan. Menyentuh (hati) khalayak ramai hingga kelak salah seorang dari mereka akan membuktikan Untuk hidup sejati, terlebih dahulu harus ‘mati’. |
| Leave a Comment: |